A. Artificial
Intelligence dan Expert System
1. Artificial Intelligence
Menurut Minsky
artificial Intelligence atau kecersasan buatan adalah suatu ilmu yang
mempelajari cara membuat komputer melakukan sesuatu seperti yang dilakukan oleh
manusia.
Sedangkan menurut
Simon kecerdasan buatan merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi
yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam
pandangan manusia adalah cerdas.
Adapun pendapat
lain dari Rich and Knight yang mengatakan bahwa kecerdasan buatan adalah sebuah
studi tentang bangaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini
dapat dilakukan lebih baik oleh manusia.
Konsep Artificial Intelligence
a. Turing Test
Turing test merupakan sebuah metode
pengujian kecerdasan buatan yang dibuat oleh Alan Turing. Proses uji ini
melibatkan seorang penanya dan dua objek yang ditanyai. Jika penanya tidak
dapat membedakan mana jawaban manusia dan mana jawaban mesin maka Turing
berpendapat bahwa mesin yang diuji adalah cerdas.
b. Pemrosesan Simbolik
Sifat penting dari artificial intelligence
atau kecerdasan buatan adalah bahwa AI merupakan bagian dari ilmu computer yang
melakukan proses secara simbolik dan non-algoritmik dalam menyelesaikan
masalah.
c. Heuristic
Heuristic merupakan suatu strategi untuk
melakukan proses pencarian ruang problem secara selektif, yang memandu proses
pencarian yang kita lakukan sepanjang jalur yang memiliki kemungkinan sukses
paling besar.
d. Penarikan Kesimpulan
Kemampuan berpikir di dalam AI termasuk
proses penarikan kesimpulan bedasarkan fakta-fakta dan aturan dengan
menggunakan metode heuristic atau metode pencarian yang lainnya.
e. Pecocokan Pola
AI bekerja dengan mencocokan pola yang
berusaha untuk menjelaskan objek, kejadian dalam hubungan logis atau
komputasional.
2. Expert System
Menurut Martin dan
Oxman expert system atau sistem pakar adalah sistem berbasis komputer yang
menggunakan pengetahuan, fakta, dan teknik penalaran dalam memecahkan masalah
yang biasanya hanya dapat dipecahkan oleh seorang pakar dalam bidang tersebut.
Sistem pakar dapat digunakan oleh orang awam untuk memecahkan masalah, pakar
sebagai asisten yang berpengetahuan.
Ciri-ciri Sistem Pakar
a. Terbatas pada bidang yang spesifik
b. Dapat memberikan penelaran untuk data-data yang
tidak lengkap atau tidak pasti
c. Dapat mengemukakan rangkaian alasan yang
diberikannya dengan cara yang dapat dipahami
d. Berdasarkan rules atau kaidah tertentu
e. Dirancang untuk dapat dikembangkan secara
bertahap
f. Outputnya bersifat nasihat atau anjuran
g. Output tergantung dari dialog dengan user
h.
Knowledge
base dan interference engine terpisah
3. Perbedaan Artificial Intelligence dan
Expert System
Sistem Pakar juga merupakan bagian dari Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan,
dimana letak persamaannya adalah sama-sama
untuk mencapai hasil yang maksimal dalam memecahkan masalah, dan perbedaannya adalah sistem
pakar mengacu pada si pembuatnya atau seseorang yang ahli dalam suatu bidangnya
atau mengacu pada si perancang itu sendiri sebagai objek dalam menyiapkan suatu
sistem guna mendapatkan hasil yang maksimal, sedangkan AI mengacu pada jalur
atau langkah yang berorientasi pada hardware guna mencapai yang maksimal.
B. Eliza,
Parry, NetTalk
1. ELIZA
Program ELIZA berisi banyak metode umum
teknik, dan subrutin untuk menafsirkan kalimat menganalisis fragmen kalimat.
Program ini menggunakan pencocokan pola dan metode kata kunci pemindaian
kontekstual. ELIZA memiliki set dekomposisi dan aturan kalimat reintegrasi yang
memungkinkan dia untuk bertindak atas harapannya laporan klien. Fleksibilitas
eliza di diperbesar dengan miliknya skrip profesional selain itu dari script
psikoterapis dan dengan pengetahuan tentang ekspresi idiomatik dalam berbagai
bahasa.
2. PARRY
Program PARRY dirancang sebagai alat
diagnostik dan dalam serangkaian studi ditunjukkan untuk memiliki validitas
sebagai model paranoia. Program ini juga berisi representasi pengetahuan yang
bersangkutan dengan perasaan dasarnya jika seseorang tidak mampu,
hipersensitivitas, ancaman dan perilaku proyektif defensif. PARRY biasanya
menafsirkan pernyataan pewawancara sehingga fokus pembicaraan pada ketakutan
paranoid, perasaan curiga dan delusi.
Selain itu, program PARRY mengkonversi
pernyataan pewawancara ke dalam komputer memanipulasi skema melalui serangkaian
pencocokan pola dan operasi parsing. Pemahaman PARRY dari bahasa alami
tergantung pada pencapaian kalimat pewawancara dan item yang relevan yang
terkandung dalam susunan tabel data konseptual dan linguistik.
3. NetTalk
Nettalk adalah program bahasa Inggris yang
menggunakan pola pengucapan. Program ini menangani bahasa dengan sistem
berbasis aturan yang kaku. Nettalk mengambil teks bahasa Inggris sebagai
masukan menghasilkan kode untuk fonem dan tekanan. Kode-kode ini dikonversi ke
suara dengan menggunakan dectalk, synthesizer suara. Nettalk menggunakan
algoritma propagasi. Sebuah implementasi khusus terdiri dari jaringan maju
pakan dengan 309 node dan 18,629 sambungan.
Berdasarkan pengenalan beberapa program di atas, dapat
dikatakan bahwa program ELIZA dan PARRY merupakan program Sistem Pakar karena
ELIZA merupakan program untuk membantu psikiatris dan PARRY program diganostik,
sehingga kedua program tersebut membutuhkan pengendalian langsung dari seorang
ahli. Sedangkan NetTalk adalah program linguistik yang dapat di program khusu
tanpa perlu kendali langsung dari ahlinya.
Daftar Pustaka
Herianto, T. (1993). Teknik Pemrograman Turbo Prolog Tingkat
Lanjut. Yogyakarta: Andi Offset
Kusrini.
(2006). Sistem Pakar Teori dan Aplikasi.
Yogyakarta: Andi Offset
Wagman,
M. (1988). Computer psychotherapy
systems: Theory and research foundations. New York: Gordon and Breach
Science Publishers
Yovits,
M. C. (1993). Advance in computers. London:
Academic Press