A.
Pengertian Organisasi dan Pengorganisasian
Menurut Prof. Dr. Mr. S. Pradjudi Atmosudiro
Organisasi adalah struktur tata pembagian kerja dan struktur tata hubungan
kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerja sama secara tertentu
untuk bersamasama mencapai suatu tujuan tertentu. Adapun ciri-ciri organisasi adalah sebagai berikut :
a. Lembaga sosial yang terdiri atas kumpulan
orang dengan berbagai pola interaksi yang ditetapkan.
b.
Dikembangkan untuk mencapai tujuan
c.
Secara sadar dikoordinasi dan dengan sengaja
disusun
d.
Instrumen sosial yang mempunyai batasan yang
secara relatif
dapat diidentifikasi.
Pengorganisasian adalah
suatu proses pembentukan kegunaan yang teratur untuk semua sumber daya dalam
sistem manajemen. Penggunaan yang teratur tersebut menekankan pada pencapaian
tujuan sistem menajemen dan membantu wirausahawan tidak hanya dalam pembuatan
tujuan yang nampak tetapi juga dalam menegaskan sumber daya yang akan digunakan
untuk mencapai tujuan tersebut. Sesuai dengan definisi dari pengorganisasian
itu sendiri, terdapat suatu tujuan untuk membuat manajemen organisasi yang baik
pada sebuah organisasi. Jadi, bisa dikatakan pengorganisasian adalah proses
pembentukan sistem kerja dari sumber daya manusia maupun sumber daya alam dalam
sebuah organisasi.
Ada empat bagian penting yang perlu diketahui
dalam pengorganisasian, yaitu:
a.
Staffing
Staffing merupakan suatu kegiatan
yang melakukan pembagian kelompok - kelompok kerja menurut jenisnya beserta
pengisian orang-orang yang sesuai dengan keahliannya.
b. Delegation of Authority
yaitu pendelegasian
wewenang dari seorang atasan kepada bawahannya sesuai dengan struktur
organisasi maupun kedudukan bawahan / kemampuan bawahan.
c.
Departementasi
yaitu pengelompokan
kegiatan-kegiatan yang sejenis untuk kemudian dipisahkan dengan kegiatan yang
lairmya dimana di antara pengelompokan kegiatan tersebut tetap terjalin
koordinasi dalam bekerja sama.
d.
Personalia
Dalam proses
pengorganisasian terdapat lima langkah utama, yaitu :
1. Tercermin
dalam rencana-rencana dan tujuan-tujuan
Langkah
pertama ini, para pemimpin harus jelas dan bijak dalam membuat rencana dan
tujuan. Karena dalam langkah ini, melibatkan sumber daya yang terdapat dalam
organisasi dan jangan sampai salah memilih.
2. Menetapkan tugas-tugas pokok
Dalam
langkah kedua, para pemimpin harus menentukkan apa saja tugas-tugas yang
dilakukan para sumber daya agar tidak ada yang melakukan tugas yang sama atau
tidak terjadi kesalahpahaman saat pelaksanaan tugas.
3. Membagi
tugas-tugas pokok kedalam subtugas-subtugas
Langkah
ketiga ini dilakukan untuk mempermudah melaksanakan tugas pokok dan agar tugas
dapat dilakukan sedetail mungkin.
4. Alokasi
sumber daya-sumber daya dan pengarah bagi subtugas-subtugas
Para
pemimpin menentukan siapa siapa saja yang akan melakukan tugas a, siapa yang
melaksanakan tugas b. hal ini dilakukan agar masing-masing sumber daya
mempunyai tanggung jawab dan tidak bergantung pada yang lain.
5. Mengevaluasi
hasil dari strategi pengorganisasian yang diimpkementasikan
Langkah
ini sangat penting karena dalam tahap ini kita dapat melihat apa saja yang
menjadi kekurangan dan kelebihan dari pengorganisasian yang telah berjalan.
B. Teori-Teori Organisasi
1. Teori
Organisasi Klasik
Definisi organisasi menurut teori klasik :
Organisasi merupakan struktur hubungan, kekuasaan-kejuasaan, tujuan-tujuan,
peranan- peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan faktor-faktor lain apabila
orang bekerja sama. Teori organisasi klasik sepenuhnya menguraikan anatomi
organisasi formal. Empat unsur pokok yang selalu muncul dalam organisasi formal
:
a. Sistem kegiatan yang terkoordinasi
b. Kelompok orang
c. Kerjasama
2. Teori
Administrasi
Teori ini dikembangkan oleh Henry Fayol,
Lyndall Urwick dari Eropa dan James D. Mooney, Allen Reily dari Amerika. Kaidah
manjemen menurut Fayol yang menjadi dasar teori administrasi:
a. Pembagian kerja
b. Wewenang dan tanggung jawab
c. Disiplin
d. Kesatuan perintah
e. Kesatuan pengarahan
f. Mendahulukan kepentingan umum
g. Balas jasa
h. Sentralisasi
i. Rantai Skalar
j. Aturan
k. Keadilan
l. Kelanggengan personalia
m. Inisiatif
n. Semangat korps
3. Teori
Manajemen Ilmiah
Empat kaidah Manajemen menurut Frederick W.
Taylor (Bapak Manajemen Ilmiah):
a.
Menggantikan metode kerja dalam praktek
dengan metode
atas dasar ilmu pengetahuan.
b.
Mengadakan seleksi, latihan dan pengembangan
karyawan
c.
Pengembangan ilmu tentang kerja, seleksi,
latihan dan pengembangan secara ilmiah perlu intregasikan.
d.
Perlu dikembangkan semangat dan mental
karyawan untuk mencapai manfaat manajemen ilmiah
Referensi :
http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=2&cad=rja&uact=8&ved=0CCUQFjAB&url=http%3A%2F%2Flista.staff.gunadarma.ac.id%2FDownloads%2Ffiles%2F26573%2FStudi%2BTentang%2BOrganisasi.pdf&ei=8QJiVKSCA9OhugSU2oDoBw&usg=AFQjCNEMhUb2HdB_WF0TGrl9QkJ3eKxAkw&bvm=bv.79189006,d.c2E
Tidak ada komentar:
Posting Komentar