Definisi Mitos,
Legenda dan Cerita Rakyat
a. Mitos
Suatu cerita prosa rakyat yang biasanya dikaitkan dengan
keadaan alam atau dengan hal hal yang diluar akal sehat kita. Mitos pada
umumnya menceritakan tentang terjadinya alam semesta, dunia, bentuk khas
binatang, bentuk topografi, petualangan para dewa, kisah percintaan mereka dan
sebagainya. Mitos itu sendiri, ada yang berasal dari Indonesia dan ada juga
yang berasal dari luar negeri.
Contoh : #
Kita dilarang untuk menduduki bantal. Katanya kalau kita menduduki bantal nanti akan ada bisul.
Mungkin maksud dari kata kata tersebut adalah jangan menyamakan kepala dengan
bokong.

# Bingkai foto tiba tiba jatuh
menandakan orang yang di foto tersebut mengalami kecelakaan. Mungkin bingkai
tersebut jatuh karena tidak sengaja tersenggol.
# Jika kita mengerjakan sesuatu
setengah setengah maka kelak pasangan kita akan tidak baik. Mungkin maksud dari
mitos ini adalah kita harus menyelesaikan apa yang kita telah lakukan jangan
setengah setengah karena itu menunjukkan suatu keragu raguan.
b. Legenda
Cerita rakyat yang turun menurun dan dijadikan sebagai
contoh bagi kehidupan masyarakat. Biasanya cerita ini terjadi di lingkungan
masyarakat. Legenda ini ceritanya berdasarkan masing masing budayanya sendiri.
Contoh : “Bawang Merah dan Bawang Putih”
Jaman dahulu kala di sebuah desa tinggal
sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan seorang gadis remaja yang
cantik bernama bawang putih. Mereka adalah keluarga yang bahagia. Meski ayah
bawang putih hanya pedagang biasa, namun mereka hidup rukun dan damai. Namun
suatu hari ibu bawang putih sakit keras dan akhirnya meninggal dunia. Bawang
putih sangat berduka demikian pula ayahnya.
Di desa itu tinggal pula seorang janda yang
memiliki anak bernama Bawang Merah. Semenjak ibu Bawang putih meninggal, ibu
Bawang merah sering berkunjung ke rumah Bawang putih. Dia sering membawakan
makanan, membantu bawang putih membereskan rumah atau hanya menemani Bawang
Putih dan ayahnya mengobrol. Akhirnya ayah Bawang putih berpikir bahwa mungkin
lebih baik kalau ia menikah saja dengan ibu Bawang merah, supaya Bawang putih
tidak kesepian lagi.
Dengan pertimbangan dari bawang putih, maka
ayah Bawang putih menikah dengan ibu bawang merah. Awalnya ibu bawang merah dan
bawang merah sangat baik kepada bawang putih. Namun lama kelamaan sifat asli
mereka mulai kelihatan. Mereka kerap memarahi bawang putih dan memberinya
pekerjaan berat jika ayah Bawang Putih sedang pergi berdagang. Bawang putih
harus mengerjakan semua pekerjaan rumah, sementara Bawang merah dan ibunya
hanya duduk-duduk saja. Tentu saja ayah Bawang putih tidak mengetahuinya,
karena Bawang putih tidak pernah menceritakannya.
Suatu hari ayah Bawang putih jatuh sakit dan
kemudian meninggal dunia. Sejak saat itu Bawang merah dan ibunya semakin
berkuasa dan semena-mena terhadap Bawang putih. Bawang putih hampir tidak
pernah beristirahat. Dia sudah harus bangun sebelum subuh, untuk mempersiapkan
air mandi dan sarapan bagi Bawang merah dan ibunya. Kemudian dia harus memberi
makan ternak, menyirami kebun dan mencuci baju ke sungai. Lalu dia masih harus
menyetrika, membereskan rumah, dan masih banyak pekerjaan lainnya. Namun Bawang
putih selalu melakukan pekerjaannya dengan gembira, karena dia berharap suatu
saat ibu tirinya akan mencintainya seperti anak kandungnya sendiri.
Pagi ini seperti biasa Bawang putih membawa
bakul berisi pakaian yang akan dicucinya di sungai. Dengan bernyanyi kecil dia
menyusuri jalan setapak di pinggir hutan kecil yang biasa dilaluinya. Hari itu
cuaca sangat cerah. Bawang putih segera mencuci semua pakaian kotor yang
dibawanya. Saking terlalu asyiknya, Bawang putih tidak menyadari bahwasalah
satu baju telah hanyut terbawa arus. Celakanya baju yang hanyut adalah baju
kesayangan ibu tirinya. Ketika menyadari hal itu, baju ibu tirinya telah hanyut
terlalu jauh. Bawang putih mencoba menyusuri sungai untuk mencarinya, namun
tidak berhasil menemukannya. Dengan putus asa dia kembali ke rumah dan
menceritakannya kepada ibunya.
“Dasar ceroboh!” bentak ibu tirinya. “Aku
tidak mau tahu, pokoknya kamu harus mencari baju itu! Dan jangan berani pulang
ke rumah kalau kau belum menemukannya. Mengerti?”
Bawang putih terpaksa menuruti keinginan ibun
tirinya. Dia segera menyusuri sungai tempatnya mencuci tadi. Mataharisudah
mulai meninggi, namun Bawang putih belum juga menemukan baju ibunya. Dia
memasang matanya, dengan teliti diperiksanya setiap juluran akar yang menjorok
ke sungai, siapa tahu baju ibunya tersangkut disana. Setelah jauh melangkah dan
matahari sudah condong ke barat, Bawang putih melihat seorang penggembala yang
sedang memandikan kerbaunya. Maka Bawang putih bertanya: “Wahai paman yang
baik, apakah paman melihat baju merah yang hanyut lewat sini? Karena saya harus
menemukan dan membawanya pulang.” “Ya tadi saya lihat nak. Kalau kamu
mengejarnya cepat-cepat, mungkin kau bisa mengejarnya,” kata paman itu.
“Baiklah paman, terima kasih!” kata Bawang
putih dan segera berlari kembali menyusuri. Hari sudah mulai gelap, Bawang
putih sudah mulai putus asa. Sebentar lagi malam akan tiba, dan Bawang putih.
Dari kejauhan tampak cahaya lampu yang berasal dari sebuah gubuk di tepi
sungai. Bawang putih segera menghampiri rumah itu dan mengetuknya.
“Permisi…!” kata Bawang putih. Seorang
perempuan tua membuka pintu.
“Siapa kamu nak?” tanya nenek itu.
“Saya Bawang putih nek. Tadi saya sedang
mencari baju ibu saya yang hanyut. Dan sekarang kemalaman. Bolehkah saya
tinggal di sini malam ini?” tanya Bawang putih.
“Boleh nak. Apakah baju yang kau cari
berwarna merah?” tanya nenek.
“Ya nek. Apa…nenek menemukannya?” tanya
Bawang putih.
“Ya. Tadi baju itu tersangkut di depan
rumahku. Sayang, padahal aku menyukai baju itu,” kata nenek. “Baiklah aku akan
mengembalikannya, tapi kau harus menemaniku dulu disini selama seminggu. Sudah
lama aku tidak mengobrol dengan siapapun, bagaimana?” pinta nenek.Bawang putih
berpikir sejenak. Nenek itu kelihatan kesepian. Bawang putih pun merasa iba.
“Baiklah nek, saya akan menemani nenek selama seminggu, asal nenek tidak bosan
saja denganku,” kata Bawang putih dengan tersenyum.
Selama seminggu Bawang putih tinggal dengan
nenek tersebut. Setiap hari Bawang putih membantu mengerjakan pekerjaan rumah
nenek. Tentu saja nenek itu merasa senang. Hingga akhirnya genap sudah
seminggu, nenek pun memanggil bawang putih.
“Nak, sudah seminggu kau tinggal di sini. Dan
aku senang karena kau anak yang rajin dan berbakti. Untuk itu sesuai janjiku
kau boleh membawa baju ibumu pulang. Dan satu lagi, kau boleh memilih satu dari
dua labu kuning ini sebagai hadiah!” kata nenek.
Mulanya Bawang putih menolak diberi hadiah tapi
nenek tetap memaksanya. Akhirnya Bawang putih memilih labu yang paling kecil.
“Saya takut tidak kuat membawa yang besar,” katanya. Nenek pun tersenyum dan
mengantarkan Bawang putih hingga depan rumah.
Sesampainya di rumah, Bawang putih
menyerahkan baju merah milik ibu tirinya sementara dia pergi ke dapur untuk
membelah labu kuningnya. Alangkah terkejutnya bawang putih ketika labu itu
terbelah, didalamnya ternyata berisi emas permata yang sangat banyak. Dia
berteriak saking gembiranya dan memberitahukan hal ajaib ini ke ibu tirinya dan
bawang merah yang dengan serakah langsun merebut emas dan permata tersebut.
Mereka memaksa bawang putih untuk menceritakan bagaimana dia bisa mendapatkan
hadiah tersebut. Bawang putih pun menceritakan dengan sejujurnya.
Mendengar cerita bawang putih, bawang merah
dan ibunya berencana untuk melakukan hal yang sama tapi kali ini bawang merah
yang akan melakukannya. Singkat kata akhirnya bawang merah sampai di rumah
nenek tua di pinggir sungai tersebut. Seperti bawang putih, bawang merah pun
diminta untuk menemaninya selama seminggu. Tidak seperti bawang putih yang
rajin, selama seminggu itu bawang merah hanya bermalas-malasan. Kalaupun ada
yang dikerjakan maka hasilnya tidak pernah bagus karena selalu dikerjakan
dengan asal-asalan. Akhirnya setelah seminggu nenek itu membolehkan bawang
merah untuk pergi. “Bukankah seharusnya nenek memberiku labu sebagai hadiah
karena menemanimu selama seminggu?” tanya bawang merah. Nenek itu terpaksa
menyuruh bawang merah memilih salah satu dari dua labu yang ditawarkan. Dengan
cepat bawang merah mengambil labu yang besar dan tanpa mengucapkan terima kasih
dia melenggang pergi.
Sesampainya di rumah bawang merah segera
menemui ibunya dan dengan gembira memperlihatkan labu yang dibawanya. Karena takut
bawang putih akan meminta bagian, mereka menyuruh bawang putih untuk pergi ke
sungai. Lalu dengan tidak sabar mereka membelah labu tersebut. Tapi ternyata
bukan emas permata yang keluar dari labu tersebut, melainkan binatang-binatang
berbisa seperti ular, kalajengking, dan lain-lain. Binatang-binatang itu
langsung menyerang bawang merah dan ibunya hingga tewas. Itulah balasan bagi
orang yang serakah.
c. Cerita Rakyat
Cerita prosa yang menceritakan kebaikan itu selalu menang
dari kejahatan. Cerita ini berlatar belakang di sekitar kita. Biasanya tokoh
utama dari cerita ini adalah rakyat biasa yang ingin terbebas dari suatu
penindasan dan akhirnya ia tergerak.
Sebuah legenda di Inggris menceritakan tentang perjuangan
heroik seorang penjarah sekaligus pahlawan, Robin Hood. Berdasarkan cerita, ia
dan kelompoknya tinggal di hutan Sheerwood untuk membangun perlawanan terhadap
pemerintah Nottingham yang tiran. Dalam perlawanannya, Robin Hood sering
melakukan aksi perampokan terhadap para orang kaya dan kemudian membagikan
hasil jarahannya tersebut kepada rakyat miskin. Kondisi orang kaya pada saat
itu adalah penindas rakyat kecil, sehingga ada dua pendapat yang menjadi respon
terhadap Robin Hood. Menurut pemerintah ia adalah penjahat, sedangkan menurut
rakyat kecil ia adalah seorang pahlawan.
Perdebatan mengenai pemberian ‘gelar’ kepada Robin Hood
ini telah berjalan lama. Mulai dari diskusi warung kopi hingga perdebatan para
ahli hukum. Karena secara realita, cerita ini tidak hanya menjadi sebuah
legenda heroik yang manis namun memiliki implikasi juga terhadap penginterpretasiannya.
Akhirnya pada saat ini ditemukan banyak kasus yang memiliki motif hampir sama
dengan Robin Hood, ‘mencuri untuk kesejahteraan rakyat kecil’.
Pengulangan cerita Robin Hood di abad 21 ini terjadi di
Jerman. Seorang pegawai bank Sparkasse Tauberfranken berhasil mencuri uang dari
orang-orang kaya untuk menolong orang miskin. Laki-laki berusia 45 tahun yang
disebut media massa Jerman sebagai Robin Hood zaman modern itu mengalihkan uang
sebesar 2,1 juta euro dari tabungan milik orang kaya ke rekening nasabahnya
yang miskin. Dengan melakukan tindakan ini, dia berupaya menjamin likuiditas
para nasabah yang menurutnya hanya memiliki sedikit uang. Selain itu, dia juga
memberi “pertolongan” kepada para nasabah yang tidak akan memenuhi syarat untuk
mendapat pinjaman bank. Hal ini dilakukan sejak lima tahun lalu ketika dia
memegang jabatan senior di bank tersebut. Aksi “Robin Hood” ini baru berakhir
pada Januari 2006. Dia secara sukarela menyerahkan diri ke polisi dan
mengungkap aksinya sendiri. Juru bicara pengadilan mengatakan bahwa warga
Jerman asal Yugoslavia tersebut tidak memperkaya dirinya dengan uang curian
itu. Selama di pengadilan, laki-laki tersebut mengakui semua perbuatannya.
Penyelidik mengatakan, laki-laki itu telah mengganti sejumlah uang yang dia
alihkan sehingga kerugian bank pada akhirnya hanya sekitar 640.000 euro.
Akhirnya dia dihukum penjara selama dua tahun 10 bulan.
http://ilovemygoogle.wordpress.com/2012/04/03/pengertian-mitos-legenda-dan-cerita-rakyat-tugas-softskill-ilmu-budaya-dasar/


Tidak ada komentar:
Posting Komentar