Kamis, 09 Mei 2013

Peran dan Dampak Ilmu Alamiah dalam Teknologi dan Teknologi di Masa Depan


Peran Serta Dampak Ilmu Alamiah & Teknologi

NUKLIR DALAM DUNIA KEDOKTERAN

Banyak masyarakat yang awam mengenai kedokteran nuklir dan merasa asing ketika mendengarnya. Kedokteran nuklir merupakan salah satu cabang ilmu kedokteran yang memanfaatkan materi radioaktif untuk menegakkan diagnosis dan mengobati penderita serta mempelajari penyakit manula. Bidang kedokteran nuklir laksana sebuah segitiga antara radiofarmaka, instrument, masalah biomedik sebagai sisi-sisinya, dan penderita ditengahnya. Kedokteran nuklir menggunakan sumber radiasi terbuka yang berasal dari disintegrasi inti radionuklida buatan untuk mempelajari perubahan fisiologi, anatomi, dan biokimia. Oleh karena itu, kedokteran nuklir sehingga dapat digunakan untuk diagnostik, terapi, dan penelitian kedokteran.

Berbeda dengan pencitraan pesawat CT-scan, USG, maupun MRI yang sifatnya morfologik karena didasarkan pada perubahan atau perbedaan karakter fisik anatomik yang menimbulkan perubahan atau perbedaan transmisi radiasi atau gelombang ultrasonik ataupun sinyal radiofrekwensi yang melalui organ atau bagian tubuh yang diperiksa. Pencitraan kedokteran nuklir dilakukan dengan kamera gamma atau kamera PET (Positron Emission Tomography) yang bersifat fungsional karena didasarkan pada perubahan biokimiawifisiologik yang menimbulkan pola emisi radiasi yang mencerminkan fungsi organ atau bagian tubuh yang diperiksa.

    Keunggulan dari kedokteran nuklir terletak pada kemampuannya mendeteksi bahan-bahan yang ditandai dengan perunut radioaktif. Bahan–bahan tersebut yang dikenal dengan istilah radiofarmaka, dimasukkan ke dalam tubuh melalui inhalasi, intravena, mulut. Setelah berada di dalam tubuh, dapat diikuti nasibnya di dalam organ atau jaringan menggunakan detektor pemancar gamma yang ditempatkan di luar tubuh. Dapat pula dilakukan analisis kandungan radiofarmaka dalam cuplikan darah, urine, feses, atau udara yang dihembuskan melalui pernafasan, bahkan dalam jaringan. Melalui teknik pencitraan dapat dipantau distribusi radioaktivitas di organ atau bagian tubuh sebagai fungsi waktu.

Menurut saya, teknologi nuklir dalam bidang kedokteran ini sangat membantu terutama untuk mendeteksi penyakit dalam yang tidak dapat dijangkau alat kedokteran biasa. Dengan adanya ilmu kedokteran nuklir, sumber radiasi terbuka yang berasal dari disintegrasi inti radionuklida buatan untuk mempelajari perubahan fisiologi, anatomi, dan biokimia, dapat digunakan untuk tujuan diagnostik, terapi, dan penelitian kedokteran. Salah satu keistimewaan dalam penggunaan radiofarmaka adalah memasukkannya ke dalam tubuh melalui inhalasi, intravena, dan mulut. Setelah itu, kita dapat mengetahui jalur-jalur apa saja yang dilalui oleh radiofarmaka dalam tubuh.

Peranan alat tersebut sangat penting karena memiliki beberapa manfaat dan kecanggihan seperti yang telah dijelaskan diatas. Namun, kekurangan alat tersebut adalah harganya yang mahal. Dahulu hanya Unit Kedokteran Nuklir di RSU Hasan Sadikin Bandung yang memiliki alat tersebut. Tapi,  seiring kebutuhan pada alat tersebut maka di RS Cipto Mangunkusumo, RSPP, RS Gatot Subroto, dan beberapa rumah sakit lainnya telah memiliki alat tersebut. Hebatnya lagi berkat alat ini sekarang Fakultas Kedokteran UNPAD dipercaya untuk mengembangkan Ilmu Kedookteran Nuklir di Indonesia karena telah mendapat pengakuan dari dunia internasional sebagai sekretariat Penyelenggara 5th Asia-Oceania Congress of Nuclear Medicine and Biology pada bulan Oktober 1992.

Daritadi kita sudah membahas dampak positifnya saja, sekarang kita bahas dampak negatif dari alat ini. Yang akan saya bahas adalah dampak negatif dari penggunaan sinar gammanya. Sinar gamma dapat memberikan beberapa dampak seperti kematian sinar gamma dapat menembus pembungkus dan membunuh kuman yang ada dalam bungkusan. Perubahan sifat-sifat genetis dikarenakan dalam genetika, sifat-sifat mahluk hidup bersumber dari kromosom atau gen. Sinar radioaktif dapat mengakibatkan mutasi gen karena sifatnya yang mencari bibit. 


                Materi Softskil MAT & IAD Bab 6

 Peran Serta Dampak Ilmu Alamiah & Teknologi di Masa Depan



Energi Matahari
Pemanfaatan sumber energi matahari sudah digunakan orang sejak dahulu. Panas Matahari biasa digunakan untuk mengeringkan cucian, mengeringkan hasil bumi, pertanian, dan sebagainya. Pada era modern, banyak ditemukan pemanas air yang menggunakan energi matahari, pemanas tersebut biasanya tersimpan diatap atap rumah guna mendapatkan sinar matahari secara maksimal. Pemanas air dengan teknik pemanasan menggunakan sinar matahari ini sangat efisien karena sama sekali tidak menggunakan bahan bakar minyak, listrik, dan menimbulkan polusi. Tapi, air jadi panas berkat adanya kolektor pengumpul/penyerap panas matahari. Air dingin akan melewati kolektor dan menyerap panas dari kolektor untuk selanjutnya air yang telah panas disimpan  dalam tangki air panas. 

         Selain untuk pemanas air, cahaya matahari mempunyai potensi buat diubah jadi energi listrik. Alat yang digunakan untuk mengubah cahaya matahari jadi listrik adalah panel surya/solar sel. Solar sel terbuat dari bahan dasar utama berupa silikon melalui proses yang rumit dan ditempatkan dibalik kaca atau bahan transparan lainya. Panel surya dalam bentuk miniature biasa kita jumpai dalam kalkulator yang menggunakan tenaga cahaya sebagai sumber listriknya.
Namun, untuk skala yang lebih besar, tentu, solar sel mempunyai dimensi dan kapasitas yang besar pula. Mulai dari kapasitas 10 Watt, 20 Watt, dan seterusnya. Pada prakteknya, cahaya matahari yang ditangkap solar sel memisahkan proton serta netron pada lapisan silikon sehingga pada terminalnya terdapat potensial listrik arus searah yang selanjutnya listrik tersebut dapat disimpan dalam baterai.

Untuk memenuhi kebutuhan listrik perumahan, listrik dalam baterai yang masih dalam bentuk arus searah (DC) serta mempunyai tegangan yang kecil (12V), haruslah diubah terlebih dulu untuk menyesuaikan dengan spesipikasi listrik perumahan, yaitu dalam bentuk arus bolak balik 220 Volt menggunakan Inverter.

         Seiring perkembangan zaman yang semakin canggih, makin banyak pula penggunaan barang-barang elektronik. Penggunaan tersebut berdampak pada pemborosan daya listrik yang besar. Contohnya, pemakaian watt yang besar seperti AC, mesin cuci, kulkas, pompa air, dan lain-lain. Oleh karena itu, maka sekarang terciptalah solar cell untuk menanggulangi masalah tersebut.

         Solar Cell adalah  salah satu sumber energi yang ramah lingkungan dengan menggunakan kombinasi dari papan surya (potivoltaic panels), pembangkit listrik tenaga angin, pembangkit listrik tenaga air, sistem penyimpanan energi, mesin untuk menghasilkan air, sistem energi cadangan, dan produk-produk energi yang efisien. Walaupun ramah lingkungan, tapi alat ini memiliki kendala, yaitu harganya yang mahal.  Kesulitan dan kemahalan produk solar cell dikarenakan masih diimpor dari luar negeri. Harganya di pasaran dapat mencapai Rp7-10 juta untuk ukuran 1x1 meter.

"Harga solar cell itu cukup mahal, apalagi pemakaiannya tidak bisa cuma satu, tapi butuh banyak. Bukan tidak mungkin dapat diterapkan di Indonesia, namun perlu ada cara kreatif untuk menekan harganya. Salah satunya, seperti yang diwacanakan Menteri BUMN Dahlan Iskan, Indonesia dirikan pabrik solar cell pada tahun ini. Jika sudah ada perusahaan BUMN yang memproduksi solar cell sendiri, harganya kan sudah lokal, jadi akan lebih terjangkau," katanya saat ditemui belum lama ini.


         

Tidak ada komentar:

Posting Komentar