Kamis, 21 November 2013

Fenomena ketertarikan interpersonal melalui internet



  



Ketertarikan interpersonal adalah kecenderungan untuk mengevaluasi individu lain dengan penilaian positif secara konsisten.

ada beberapa faktor:

1. Daya Tarik Fisik
Pada sebagian orang ini faktor yang tidak adiluntuk dijadikan kriteria bagi seseorang untuk disukai orang lain.Daya tarik fisik memang berpengaruh menurut penelitian.tetapi kekuatan daya tarik fisik akan melemah jika yang dicari adalah hubungan jangka panjang.

2. Kedekatan,
Dekat disini dekat secara fisik atau lingkungan. Hal yang membuat kedekatan ini dapat menjadi ketertarikan karena:
a. Semakin dekat tempat, kemungkinan bertemu semakin sering,
b. Informasi tentang orang-orang yang berada di sekeliling anda
    dapat lebih mudah didapat,
c. Kemungkinan untuk berinteraksi lebih besar. Jika anda salah
    satu yang percaya bahwa ada seseorang yang menunggu anda
    di luar sana, bisa saja orang itu ada di dekat anda.

3. Merasa Dekat
Salah satu alasan mengapa kedekatan dapat menciptakan rasa suka karena meningkatkan perasaan familiar. Efek perasaan familiar menimbulkan ketertarikan adalah fenomena yang sangat umum.

4. Kemiripan
Bahwa orang yang berlawanan menimbulkan daya tarik. Salah satu alasan mengapa kemiripan dapat menghasilkan rasa suka karena orang lebih menghargai opini dan pilihan mereka sendiri dan senang bersama orang yang mengabsahkan pilihannya. Walaupun demikian, kepribadian yang berlawanan dapat juga menarik jika saling melengkapi (komplementer) terutama dalam hal dominasi (Markey, 2007), orang yang dominan akan lebih menyukai pasangan yang seringnya mengalah dan sebaliknya.

5. Social Reward
Seseorang cenderung mengulangi tingkah lakunya jika mereka mendapatkan penghargaan atau keuntungan.

Saat ini semakin banyak orang yang menggunakan internet. Karena itu banyak perusahaan telekomunikasi online yang berlomba – lomba untuk membuat sarana komunikasi online seperti twitter, facebook, path, instagram dan chat online. Social media tersebut juga menyediakan berbagai fasilitas yaitu, permainan, edit foto, webcam, stiker-stiker yang lucu dan banyak lagi. Kemudahan – kemudahan tersebut membuat para pengguna internet menggunakannya untuk berinteraksi dengan orang lain atau berkenalan dengan orang yang berbeda negara. Mungkin pada awalnya kita hanya sekedar bertukar informasi dengan teman dunia maya kita tetapi lambat laun ada rasa ketertarikan. Dari sekedar chatting menjadi dating. Dan bisa saja menjadi pasangan hidup kita. Karena banyak pasangan zaman sekarang ini yang bertemu lewat social media bahkan ada pasangan berbeda negara juga lho.

Dari factor-faktor yang sudah disebutkan diatas ada 2 faktor  yang sering terjadi dalam dunia maya. Pertama daya tarik fisik, kenapa? Karena dalam dunia maya yang pertama kali kita lihat adalah fotonya dan biasanya kita akan menaruh foto yang paling bagus untuk disimpan sebagai avatar atau profil picture. Yang kedua adalah factor kemiripan karena kita akan lebih tertarik berbicara kepada orang yang memiliki banyak kesamaan ketimbang yang tidak memiliki kesamaan.

Berkomunikasi lewat internet juga tidak semulus apa yang dibayangkan. Dalam psikologi interpersonal online relation juga memiliki berbagai hambatan, seperti :
1.    Identitas Palsu
Dalam dunia maya kita dapat mempalsukan identitas kita. Karena tidak ada keharusan untuk menaruh identitas asli. Ada juga orang yang sengaja mempalsukan identitasnya untuk suatu tujuan. Contohnya ada beberapa orang yang menjalin hubungan lewat internet kecewa bila melihat pasangannya secara langsung. Pasalnya, pasangan yang mereka idam idamkan selama ini wajahnya tidak sesuai dengan yang ada di foto. Karena sekarang banyak sekali aplikasi untuk mengedit foto. Dari yang biasa saja bisa terlihat lebih putih dan mulus.
2.  Kurangnya Komitmen
setiap hubungan dibutuhkan adanya komitmen dimana kedua belah pihak memiliki suatu persetujuan yang bersifat mengikat. Dalam dunia maya seseorang bisa saja berjanji dan kemudian pooof menghilang begitu saja dan melupakan semua kesepakatan seperti pada kegiatan jual beli online sering terjadi penipuan dimana korban telah menyetor uang tetapi barang tidak dikirim atau sebaliknya, dan kemudian penjual atau pembeli yang belum memenuhi janjinya itu menghilang atau tidak online lagi.
3.  Perbedaan Waktu dan Bahasa
Hambatan ini terjadi pada seseorang yang berkomunikasi dengan orang yang berbeda negara. Bila kita ingin berinteraksi dengan mereka kita harus meyesuaikan berapa perbedaan waktunya lalu apakah ini jam tidur atau bukan. Selain itu, banyak dari mereka yang tidak mahir dalam menggunakan bahasa inggris yang terkadang membuat kita tidak mengerti atau salah paham.
4.  Kurang berlakunya norma dan etika
Kurang Berlaku, sudah tidak jarang bahkan untuk saat ini sudah banyak kita lihat seorang pengguna internet yang terlalu frontal dalam memberikan komentar-komentarnya dijejaring social, saya ambil contoh seperti  disitus yahoo.com. berbagai macam orang berkomentar dengan mengeluarkan kata-kata yang seharusnya tidak dikatakan disitu. Jadi sang pengguna ini telah melanggar
 norma dan etika yang berlaku.

Tadi saya sudah jelaskan tentang hal positif dan hambatannya, sekarang kita bahas dampak negatifnya.
·      Kebebasan mengakses situs-situs buruk (situs porno)
Dalam dunia maya kita dapat mengakses apa saja yang diinginkan termasuk situs porno. Situs ini menyajikan gambar-gambar dan video yang tidak senonoh. Pada awalnya situs ini dibuat untuk orang dewasa tetapi  dengan adanya kebebasan untuk mengakses, situs ini seringkali dilihat oleh anak yang masih dibawah 17 tahun. Mungkin mereka hanya penasaran tapi lama kelamaan ada kepuasaan tersendiri jika mengakses situs ini. Hal ini dapat berdampak buruk bagi anak yang melihatnya. Karena secara tidak langsung anak tersebut akan memikirkan apa saja yang dilihatnya lebih parahnya lagi mereka melakukannya. untuk mengantisipasi kejadian tersebut sebaiknya sang orang tua anak mengawasi apa saja yang diakses oleh si anak. Dan juga sekarang banyak warnet (warung internet) yang mengunci komputernya untuk membuka situs porno karena kebanyakan pelanggan warnet adalah anak-anak dan remaja.

·      Perilaku negatif yang menimbulkan sikap SARA
Peilaku ini sering terjadi dalam dunia maya. Pemicunya bisa dari dua orang yang berselisih paham lalu menyinggung tentang SARA (Suku Ras Agama). Singgungan ini bisa dalam bentuk sindiran, ejekan atau perbuatan. Hal ini disebabkan oleh  kurangnya kesadaran para pengguna internet tentang etika dan norma menggunakan internet. Mereka hanya mengikuti amarah mereka saja tanpa berpikir panjang apakah itu dapat menyinggung orang banyak atau tidak.
Contoh perilaku ini adalah perkataan salah satu lawyer FA dalam twitter yang menyinggung Wagub DKI. Dia menyindir Wagub dengan membawa ras dari si Wagub. Dalam hal ini si lawyer tidak berpikir panjang karena setelah kejadian tersebut orang Indonesia yang satu ras dengan si Wagub menuntut lawyer tersebut ke jalur hukum.

·      Cyber Cheating
Pengertiannya adalah perselingkuhan yang terjadi dalam dunia maya. Tindakan ini bisa dalam bentuk tulisan (chat) atau video. Cyber cheating ini sekarang marak terjadi pada pasangan di Indonesia. Contohnya : banyak sekarang situs chatting online yang menyediakan fasilitas online. Dalam situs tersebut kebanyakan pengunjungnya hanya ingin memuaskan hasrat seksnya. Secara tidak langsung para pengunjung situs ini  yang sudah mempunyai pasangan melakukan cyber cheating apalagi kalau hubungan berlanjut menjadi lebih intensif.

·      Cyber Flirting
Membuat rayuan dalam dunia maya. Cyber flirting adalah suatu hal yang umum yang terjadi di jejaring sosial bahkan game. Namun dalam terjadinya banyak terjadi ketidak amanan yang membuatnya dikategorikan sebagai perilaku negatif, contohnya adalah dalam cyber flirting orang bisa menggunakan bahasa yang tidak pantas, ditambah lagi jika dalam terjadinya terdapat kepalsuan identitas maka semakin menjadi perilaku negatif cyber flirting tersebut.



 Sumber :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar