Ketertarikan interpersonal adalah kecenderungan untuk
mengevaluasi individu lain dengan penilaian positif secara konsisten.
ada beberapa faktor:
1. Daya Tarik Fisik
Pada sebagian orang ini faktor yang tidak
adiluntuk dijadikan kriteria bagi seseorang untuk disukai orang lain.Daya tarik
fisik memang berpengaruh menurut penelitian.tetapi kekuatan daya tarik fisik
akan melemah jika yang dicari adalah hubungan jangka panjang.
2. Kedekatan,
Dekat disini dekat secara fisik atau
lingkungan. Hal yang membuat kedekatan ini dapat menjadi ketertarikan karena:
a. Semakin dekat tempat, kemungkinan bertemu semakin sering,
b. Informasi tentang orang-orang yang berada di sekeliling anda
dapat lebih mudah
didapat,
c. Kemungkinan untuk berinteraksi lebih besar. Jika anda salah
satu yang percaya
bahwa ada seseorang yang menunggu anda
di luar sana, bisa
saja orang itu ada di dekat anda.
3. Merasa Dekat
Salah satu alasan mengapa kedekatan dapat
menciptakan rasa suka karena meningkatkan perasaan familiar. Efek perasaan
familiar menimbulkan ketertarikan adalah fenomena yang sangat umum.
4. Kemiripan
Bahwa orang yang berlawanan menimbulkan daya
tarik. Salah satu alasan mengapa kemiripan dapat menghasilkan rasa suka karena
orang lebih menghargai opini dan pilihan mereka sendiri dan senang bersama
orang yang mengabsahkan pilihannya. Walaupun demikian, kepribadian yang
berlawanan dapat juga menarik jika saling melengkapi (komplementer) terutama
dalam hal dominasi (Markey, 2007), orang yang dominan akan lebih menyukai
pasangan yang seringnya mengalah dan sebaliknya.
5. Social Reward
Seseorang cenderung
mengulangi tingkah lakunya jika mereka mendapatkan penghargaan atau keuntungan.
Saat ini semakin banyak orang yang
menggunakan internet. Karena itu banyak perusahaan telekomunikasi online yang
berlomba – lomba untuk membuat sarana komunikasi online seperti twitter,
facebook, path, instagram dan chat online. Social media tersebut juga
menyediakan berbagai fasilitas yaitu, permainan, edit foto, webcam,
stiker-stiker yang lucu dan banyak lagi. Kemudahan – kemudahan tersebut membuat
para pengguna internet menggunakannya untuk berinteraksi dengan orang lain atau
berkenalan dengan orang yang berbeda negara. Mungkin pada awalnya kita hanya
sekedar bertukar informasi dengan teman dunia maya kita tetapi lambat laun ada
rasa ketertarikan. Dari sekedar chatting menjadi dating. Dan bisa saja menjadi
pasangan hidup kita. Karena banyak pasangan zaman sekarang ini yang bertemu
lewat social media bahkan ada pasangan berbeda negara juga lho.
Dari factor-faktor yang sudah
disebutkan diatas ada 2 faktor yang
sering terjadi dalam dunia maya. Pertama daya tarik fisik, kenapa? Karena dalam
dunia maya yang pertama kali kita lihat adalah fotonya dan biasanya kita akan
menaruh foto yang paling bagus untuk disimpan sebagai avatar atau profil
picture. Yang kedua adalah factor kemiripan karena kita akan lebih tertarik
berbicara kepada orang yang memiliki banyak kesamaan ketimbang yang tidak
memiliki kesamaan.
Berkomunikasi lewat internet juga tidak
semulus apa yang dibayangkan. Dalam psikologi interpersonal online relation
juga memiliki berbagai hambatan, seperti :
1.
Identitas Palsu
Dalam
dunia maya kita dapat mempalsukan identitas kita. Karena tidak ada keharusan
untuk menaruh identitas asli. Ada juga orang yang sengaja mempalsukan
identitasnya untuk suatu tujuan. Contohnya ada beberapa orang yang menjalin
hubungan lewat internet kecewa bila melihat pasangannya secara langsung.
Pasalnya, pasangan yang mereka idam idamkan selama ini wajahnya tidak sesuai
dengan yang ada di foto. Karena sekarang banyak sekali aplikasi untuk mengedit
foto. Dari yang biasa saja bisa terlihat lebih putih dan mulus.
2.
Kurangnya Komitmen
setiap hubungan dibutuhkan adanya komitmen dimana kedua belah
pihak memiliki suatu persetujuan yang bersifat mengikat. Dalam dunia maya
seseorang bisa saja berjanji dan kemudian pooof menghilang begitu saja dan
melupakan semua kesepakatan seperti pada kegiatan jual beli online sering
terjadi penipuan dimana korban telah menyetor uang tetapi barang tidak dikirim
atau sebaliknya, dan kemudian penjual atau pembeli yang belum memenuhi janjinya
itu menghilang atau tidak online lagi.
3.
Perbedaan Waktu dan Bahasa
Hambatan
ini terjadi pada seseorang yang berkomunikasi dengan orang yang berbeda negara.
Bila kita ingin berinteraksi dengan mereka kita harus meyesuaikan berapa
perbedaan waktunya lalu apakah ini jam tidur atau bukan. Selain itu, banyak
dari mereka yang tidak mahir dalam menggunakan bahasa inggris yang terkadang
membuat kita tidak mengerti atau salah paham.
4.
Kurang berlakunya norma dan etika
Kurang
Berlaku, sudah tidak jarang bahkan untuk saat ini sudah banyak kita lihat
seorang pengguna internet yang terlalu frontal dalam memberikan komentar-komentarnya
dijejaring social, saya ambil contoh seperti disitus yahoo.com. berbagai
macam orang berkomentar dengan mengeluarkan kata-kata yang seharusnya tidak
dikatakan disitu. Jadi sang pengguna ini telah melanggar
norma dan etika yang berlaku.
Tadi
saya sudah jelaskan tentang hal positif dan hambatannya, sekarang kita bahas
dampak negatifnya.
·
Kebebasan
mengakses situs-situs buruk (situs porno)
Dalam dunia maya kita dapat
mengakses apa saja yang diinginkan termasuk situs porno. Situs ini menyajikan gambar-gambar
dan video yang tidak senonoh. Pada awalnya situs ini dibuat untuk orang dewasa
tetapi dengan adanya kebebasan untuk
mengakses, situs ini seringkali dilihat oleh anak yang masih dibawah 17 tahun.
Mungkin mereka hanya penasaran tapi lama kelamaan ada kepuasaan tersendiri jika
mengakses situs ini. Hal ini dapat berdampak buruk bagi anak yang melihatnya.
Karena secara tidak langsung anak tersebut akan memikirkan apa saja yang
dilihatnya lebih parahnya lagi mereka melakukannya. untuk mengantisipasi
kejadian tersebut sebaiknya sang orang tua anak mengawasi apa saja yang diakses
oleh si anak. Dan juga sekarang banyak warnet (warung internet) yang mengunci
komputernya untuk membuka situs porno karena kebanyakan pelanggan warnet adalah
anak-anak dan remaja.
·
Perilaku
negatif yang menimbulkan sikap SARA
Peilaku ini sering terjadi
dalam dunia maya. Pemicunya bisa dari dua orang yang berselisih paham lalu
menyinggung tentang SARA (Suku Ras Agama). Singgungan ini bisa dalam bentuk
sindiran, ejekan atau perbuatan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran para pengguna internet
tentang etika dan norma menggunakan internet. Mereka hanya mengikuti amarah
mereka saja tanpa berpikir panjang apakah itu dapat menyinggung orang banyak
atau tidak.
Contoh perilaku ini adalah
perkataan salah satu lawyer FA dalam twitter yang menyinggung Wagub DKI. Dia
menyindir Wagub dengan membawa ras dari si Wagub. Dalam hal ini si lawyer tidak
berpikir panjang karena setelah kejadian tersebut orang Indonesia yang satu ras
dengan si Wagub menuntut lawyer tersebut ke jalur hukum.
·
Cyber Cheating
Pengertiannya adalah
perselingkuhan yang terjadi dalam dunia maya. Tindakan ini bisa dalam bentuk
tulisan (chat) atau video. Cyber cheating ini sekarang marak terjadi pada
pasangan di Indonesia. Contohnya : banyak sekarang situs chatting online yang
menyediakan fasilitas online. Dalam situs tersebut kebanyakan pengunjungnya
hanya ingin memuaskan hasrat seksnya. Secara tidak langsung para pengunjung
situs ini yang sudah mempunyai pasangan
melakukan cyber cheating apalagi kalau hubungan berlanjut menjadi lebih
intensif.
·
Cyber Flirting
Membuat
rayuan dalam dunia maya. Cyber flirting adalah suatu hal yang umum yang terjadi
di jejaring sosial bahkan game. Namun dalam terjadinya banyak terjadi ketidak
amanan yang membuatnya dikategorikan sebagai perilaku negatif, contohnya adalah
dalam cyber flirting orang bisa menggunakan bahasa yang tidak pantas, ditambah
lagi jika dalam terjadinya terdapat kepalsuan identitas maka semakin menjadi
perilaku negatif cyber flirting tersebut.
Sumber :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar