Sabtu, 19 Oktober 2013

Fenomena Adiksi sebagai dampak interaksi manusia dan internet.



Pada zaman yang semakin canggih ini, kita sering mengandalkan internet untuk melakukan apapun. Dari mulai berkomunikasi lewat jejaring sosial, bermain game, internet banking, berjualan, mencari informasi dan lain sebagainya. Dengan adanya kemudahan ini banyak para pengguna internet yang menjadi adiksi atau kecanduan terhadap internet. Bagi para pecandu, internet adalah segalanya. Sampai ada dari mereka yang sudah peduli dengan lingkungan sekitar. Para pecandu internet ini bisa menghabiskan waktu belasan jam bahkan sampai berhari hari. Salah satu fakta yang menarik dari kecanduan internet ini adalah kita dapat kecanduan dalam berbagai hal, seperti kecanduan game online, judi online, pornografi online dan sosial media. Dalam salah satu penelitian, 5 juta anak kecanduan bermain game online. Bahkan sekarang anak-anak dan remaja adalah golongan tertinggi yang memiliki kecanduan internet.

http://internetaddictiondisorder.org

Contoh kasus :
Beberapa bulan lalu di Korea Selatan terdapat seorang bayi berumur 3 bulan meninggal karena kedua orang tuanya kecanduan bermain game online. Bayi ini meninggal karena kekurangan asupan gizi dari kedua orang tuanya. Pasalnya si ayah dan si ibu sedang asik bermain game online di internet cafe selama 10 jam dan meninggalkan bayinya sendiri di rumah. Mereka sedang bermain game fantasi 3D dimana para pemain dapat mempercepat pertumbuhan seorang gadis secara online dengan mendapatkan kekutan gaib dari tanaman.

Sang ibu yang bernama Kim Yun Jeong (25 tahun). mengaku tidak tahu bagaimana cara mengurus anak yang baik. Sedangkan sang ayah bernama Kim Jae Bom (40 tahun) mengatakan bahwa bayinya sekarang ada di surga dan ia sangat menyesal telah meninggalkan bayinya sendirian di rumah. Atas perbuatannya, jaksa menuntut 5 tahun kurungan penjara bagi pasangan ini. Korea Selatan memang tidak diragukan lagi atas infrastruktur broadbandnya. Industri game di negri ginseng ini mencapai $ 5 miliar.


http://edition.cnn.com/2010/WORLD/asiapcf/04/01/korea.parents.starved.baby/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar