Pengertian Stress
Stres merupakan suatu respon
adaptif individu terhadap situasi yang diterima seseorang sebagai suatu
tantangan atau ancaman keberadaannya.
Secara umum orang yang mengalami
stress merasakan perasaan khawatir , tekanan, letih, ketakutan, elated,
depresi, cemas dan marah. Terdapat tiga aspek gangguan seseorang yang mengalami
stress yaitu gangguan dari aspek fisik, aspek kognitif (pemikiran) dan aspek
emosi.
Hal-Hal yang Menimbulkan Stress
INTERNAL STRESSORS
Stressor internal dapat disebabkan
adanya pemilihan terhadap gaya hidup yang diwarnai dengan kecanduan minum
minuman yang mengandung kafein, kurang tidur dan jadwal yang terlalu padat.
EXTERNAL STRESORS
Physical Environment misalnya
kebisingan, cahaya yang berlebihan, suhu udara yang panas dan kondisi ruangan
yang sempit.
Pengertian Konflik
Konflik adalah segala macam interaksi
pertentangan atau antogonistik antara dua atau lebih pihak.
Sumber-Sumber Konflik
a.Kebutuhan untuk membagi (sumber
daya-sumber daya) yang terbatas.
b.Perbedaan-perbedaan dalam berbagai
tujuan.
c.Saling ketergantungan
kegiatan-kegiatan kerja.
d. Perbedaan nilai-nilai atau persepsi.
e. Kemandirian organisasional.
f. Gaya-gaya individual.
Konflik antar kelompok
Situasi konflik lain muncul di dalam
organisasi, sebagai suatu jaringan kerja kelompok-kelompok yang saling kait
mengkait. Konflik antar kelompok merupakan hal yang lazim terjadi pada
organisasi-organisasi. Ini dapat menyebabkan upaya koordinasi dan integrasi
menjadi sulit dilaksanakan. Dalam setiap kasus, hubungan-hubungan antar
kelompok perlu dimanaje dengan tepat, guna memelihara kerjasama dan untuk
mencapai hasil-hasil konstruktif, dan mencegah timbulnya hasil-hasil
destruktif, yang dapat timbul karena adanya konflik-konflik.
Konflik antar organisatoris
Konflik dapat pula terjadi antara
organisasi-organisasi. Pada umumnya konflik demikian dipandang dari sudut
persaingan yang mencirikan lembaga- lembaga swasta. Tetapi, konflik antar
organizatoris (antara organisasi- organisasi) merupakan persoalan yang lebih
luas.
Sumber-sumber
masalah yang dapat menimbulkan konflik dalam kerja organisasi menurut Sondang P
Siagian (2000,162) disebabkan oleh karena adanya:
1.
tujuan
2.
kebutuhan para anggota
3.
norma-norma
4.
pengambilan keputusan
5.
kepemimpinan
6.
besaran jumlah anggota.
Bentuk Konflik dalam Organisasi
Richard mengemukakan, terdapat dua
macam bentuk konflik dalam organisasi yang tidak dapat dihindari, yaitu:
(1) Substantive conflict,
yaitu konflik secara substantif yang meliputi ketidaksesuaian paham tentang
hal- hal seperti tujuan-tujuan, alokasi sumber-sumber daya, distribusi imbalan,
kebijaksanaan dan prosedur-prosedur serta penugasan pegawai;
(2) Emotional conflict, yaitu timbul
karena perasaan-perasaan marah, ketidak percayaan, ketidaksenangan, takut dan
sikap menentang, maupun bentrokan-bentrokan kepribadian. Kedua bentuk konflik
tersebut dapat memiliki sisi konstruktif dan destruktif.
Ruchyat (2001:3-4) mengemukakan empat
strategi untuk menyelesaikan konflik, yaitu:
1. Teknik konfrontasi
digunakan jika menginginkan penyelesaian yang sama menguntungkan (win-win).
Pendapat/konsep yang menyebabkan konflik didiskusikan untuk mendapatkan
solusinya.
2. Gaya penyelesaian
tertentu diterapkan jika dinginkan penyelesaian secara alamiah. Pada pokoknya
konflik dibiarkan sehingga terjadi penyelesiannya mengikuti lima kecenderungan.
3.
Perbaikan praktik
organisasi diterapkan jika dari evaluasi ditemukan bahwa konflik terjadi akibat
praktik organisasi yang kurang tepat. Untuk itu perlu dilakukan
langkah-langkah, antara lain: perbaikan tujuan/sub tujuan, klasifikasi
tugas/wewenang setiap personel, penyempurnaan kebijakan, rotasi personil dan
pelatihan personil jika diperlukan.
4.
Perubahan struktur
organisasi diterapkan jika konflik diakibatkan oleh struktur organisasi yang
kurang baik (bukan sekedar praktiknya yang salah).
Referensi :
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/132206558/Artikel%20Jurnal%20Manajemen%20Pendidikan%20JuMP_April%202007.pdf



Tidak ada komentar:
Posting Komentar