Minggu, 11 Oktober 2015

#SIP Arsitektur Komputer dan Struktur Kognisi Manusia





A. Arsitektur Komputer
Menurut Godse dan Godse (2010) arsitektur komputer merujuk pada atribut-atribut dari sistem terlihat seorang programmer. Dengan kata lain, kita juga dapat mengatakan bahwa arsitektur komputer merujuk pada atribut yang memiliki dampak langsung pada eksekusi logis dari program.
Arsitektur komputer didefinisikan sebagai atribut sistem komputer yang dibutuhkan oleh seorang desainer perangkat lunak programmer bahasa mesin/ sistem untuk mengembangkan program (Govindarajalu, 2004).
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa arsitektur computer adalah atribut dari system yang dibutuhkan seorang programmer untuk mengembangkan program.
Babbage (dalam Hariyanto, 2008) meneruskan bahwa dengan menggunakan bahasa mesin atau pengkodean informasi dapat direpresentasi sebagai pola nilai bit maka data dan alogaritma dapat disimpan di memori. Untuk melakukan eksekusi alogaritma, pemrosan bertanggung jawab atas dua aktivitas yaitu; memanipulasi data yang diolah alogaritma dan mengkoordinasi langkah-langkah alogaritma. Pemrosesan mengambil instruksi dari memori dan mengeksekusi. Sementara itu, eksekusi instruksi menyebabkan pemroses mengambil data dari memori, memanipulasi data dan bisa mengirim hasil ke memori untuk penyimpanan. Pemroses dan memori membentuk sebuah komputer.
1.     Komponen Arsitektur Komputer
a.    Input
Pada bagian ini, komputer menerima informasi berupa pengkodean digital dengan menggunakan perangkat input yaitu; keyboard dan mouse. Keyboard digunakan untuk memasukan informasi berupa teks maupun angka. Sedangkan mouse digunakan untuk memposisikan kursor dan memilih opsi yang terdapat di komputer dengan mengklik mouse.
b.    Memori
Memori digunakan untuk menyimpan program dan data pada komputer. Memori memiliki dua tipe yaitu; memori utama dan memori penyimpanan sekunder. Memori utama, biasa disebut memori utama adalah memori cepat yang digunakan untuk penyimpanan program dan data aktif
c.    Aritmatika dan Logika
Unit ini bertanggung jawab untuk melakukan operasi aritmatika seperti menambah, mengurangi, pembagian dan perkalian dan operasi logis seperti ANDing, ORing, inverting. Untuk melakukan operasi ini operan dari memori utama yang dibawa ke dalam elemen penyimpanan kecepatan tinggi yang disebut register dari prosesor.
d.    Output
Unit ini mengirimkan hasil olahan kepada pengguna menggunakan perangkat output seperti monitor video, printer, plotter. monitor video yang menampilkan output pada layar CRT sedangkan printer dan plotter memberikan output berupa hard copy.
e.    Control Unit
Unit kontrol mengkoordinat dan mengontrol  kegiatan diantara unit fungsional. Fungsi dasar unit kontrol untuk mengambil petunjuk yang disimpan di memori utama, mengidentifikasi operasi dan perangkat yang terlibat di dalamnya, dan sesuai menghasilkan sinyal kontrol untuk melaksanakan operasi yang diinginkan. 

Berikut adalah animasi tentang cara kerja komputer





B. Struktur Kognisi Manusia
Struktur merupakan organisasi yang teratur atas melalui aturan tata bahasanya agar dapat dimengerti oleh pembacanya. Dengan kata lain, struktur adalah sesuatu yang mengatur sebuah hal secara teratur dan terorganisir. Struktur ini juga terdapat di dalam tubuh manusia, salah satunya yaitu kognisi. Kognisi adalah kemampuan psikis atau mental manusi yang berupa mengamati, melihat, menyangka, memperhatikan, menduga dan menilai (Suardi, 2015). Kognisi juga dikenal dengan istilah pemrosesan informasi.
Dalam pemrosesan informasi manusia, Howard (dalam Basuki, 2008) mengatakan bahwa terdapat tiga subsistem yaitu; Register Sensorik (Sensosris Register), Memori yang sedang bekerja (Working Memory) dan Memori jangka panjang (Long Term Memory). Berikut adalah cara kerja subsitem-subsistem tersebut
1.     Register Sensorik
Subsistem ini berfungsi untuk menyimpan informasi yang berbentuk stimulus, baik yang bersifat visual, auditori, maupun tactile (dapat diraba) berdasarkan kejadian yang dialami. Salah satu karakteristiknya adalah subsistem ini memiliki durasi waktu yang singkat. 
2.   Memori yang sedang bekerja (Working Memory)
Memori yang bekerja memiliki fungsi untuk mempertahankan informasi. Karakteristiknya adalah terbatasnya kapasitas (limited capacity). Apabila kapasitas memori sudah tercapai maka penambahan memori baru mengakibatkan beberapa memori akan tergantikan. Hal ini yang menyebakan terjadinya lupa.
3.   Memori jangka panjang (Long Term Memory)
Subsistem ini berfungsi menyimpan secara permanen keseluruhan pengetahuan individu. Ini berarti memori seseorang akan disimpan dalam jangka panjang dan tidak akan pernah terhapus. Fungsi paling penting subsistem ini adalah menyimpan makna dari suatu kata dan pengalaman. Memori jangka panjang tidak hanya menyimpan data tetapi juga berfungsi sebagai mengolah data. Pengolahan data ini disebut prosedur yang dapat memecahkan berbagai persoalan dalam berbagai bidang.

Berikut adalah bagaimana cara memori kita bekerja dalam otak





Kekurangan
Kelebihan

Arsitektur Komputer
o      Bersifat kaku
o Hanya dapat bekerja dengan daya listrik
o   Tidak dapat mengupdate prosesor secara otomatis
o  Cara kerjanya dibuat menyerupai otak
oMemerlukan programmer atau manusia untuk memasukkan data

o   Tidak mengenal lelah
o Memiliki program yang mengaturnya
o Dapat memanggil data secara cepat
o   Cara kerja secara rinci, detail dan tepat
o   Multitasking
Kognisi Manusia
o   Dapat merasa lelah
o   Tidak memiliki program
o Dapat lupa akan suatu hal
o   Hanya dapat fokus pada satu pekerjaan
o   Bersifat Unik
o  Tidak membutuhkan daya apapun
o Dapat mengorganisir cara kerjanya
o   Otak yang menciptakan computer
o Memberikan instruksi pada komputer




Daftar Pustaka

Basuki, A. M. H. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma

Godse, A. P., & Godse, D. A. (2010). Computer Archittecture. India: Technical Publications Pune

Govidarajalu, B. (2004). Computer architecture and organization: design principles and application. New Delhi: Tata McGraw-Hill

Haryanto, B. (2008). Dasar informatika & ilmu computer: disertai aksi aksi praktis. Yogyakarta: Graha Ilmu

Suardi, M. (2015). Belajar dan pembelajaran. Yogyakarta: Deepublish

Tidak ada komentar:

Posting Komentar